Latest Post

Hal Ini Sangat Menentukan Harga Asuransi Mobil Cara Cerdas Dapat Uang 500rb Sehari

Indonesia kita kenal sebagai negara yang terdiri dari banyak pulau, dimana diantara pulau tersebut banyak yang menjadi batas terluar negara Indonesia atau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Disamping dikenal sebagai negara kepulauan Indonesia juga terkenal dengan luasnya lautan yang mengelilinginya. Mereka yang tinggal di pesisir pantai terpaksa tiap harinya harus berhadapan dengan abrasi air laut.

Kondisi ini berlangsung bertahun-tahun tanpa penyelesaian yang pasti dan tentu saja ada efek turunan yang harus warga rasakan. Dimana mereka harus beli air bersih yang mahal, kalau penghasilan tidak ada mereka terpaksa menjual tanah dengan harga murah, dan sebagainya. Kondisi ini tentu saja selain menenggelamkan rumah mereka, juga secara otomatis menenggelamkan mimpi dan harapan mereka akan masa depan.

Naiknya permukaan air laut memang bukan tanpa sebab, kita semua tau ini adalah akibat ulah manusia di seluruh dunia tapi dalam hal ini khusus Indonesia. Masalah krisis iklim di seluruh dunia harusnya sudah menjadi permasalahan prioritas yang butuh segera penyelesaian. Sayangnya penyelenggara Republik ini terlalu sibuk dengan masalah lain dan secara tidak sadar membiarkan kedaulatan negara serasa terancam.

Kenapa bisa? Seperti yang sudah kita pelajari, pulau-pulau kecil yang ada di pesisir pantai adalah batas terluar negara ini. Jika permasalahan berlanjut tentu saja pulau tersebut terancam tenggelam dan batas negara akan menghilang. Tidak khawatir kah kalian?

Fakta Krisis Iklim di Indonesia

Indonesia jelas mengalami krisis iklim, ini bukan masalah yang akan terjadi di masa depan, tetapi problem ini secara tidak sadar sudah kita hadapi setiap hari tanpa adanya solusi yang terealisasi. Sudah banyak komitmen yang tercetus untuk menyelesaikan permasalahan ini bahkan target penyelesaiannya cukup tinggi. Hanya saja memang realisasinya belum konsisten dan belum mencapai target.

Evironmental Performance Index Indonesia menunjukkan bahwa negara ini ada di klasemen paling bawah yaitu di posisi 164 dari total 180 negara. Bukankah data ini sudah jelas bahwa problem krisis iklim belum menjadi top prioritas yang harus segera diselesaikan?

Fakta tersebut tentu bisa kita lihat dari pesisir Demak yang tiap hari tenggelam, petani mereka yang selalu gagal paneh akibat curah hujan yang tak pasti. Dan jangan abai, ada komunitas adat yang hutannya telah direbut atas nama pembangungan negara ini.

Dengan ancaman yang sudah ada di depan mat aini, belum juga bisa menyadarkan penyelenggara negara akan masalah apa yang harus segera diselesaikan. Buktinya mereka memberi izi ekspor pasir laut, yang mana sudah pasti merugikan mereka yang hidup di pesisir pantan.

Solusi Nyata dari Anies Baswedan Untuk Masalah Krisis Iklim

Untungnya masih ada yang peduli dengan warga kecil yang ada di pulau terluar Indonesia. Dan kamu harus jadi salah satu diantaranya, Anies Baswedan telah menunjukkan aksi nyatanya dalam menyelamatkan Indonesia dari krisis iklim yang ada di depan mata.

Berawal dari kota besar Jakarta yang diperbaiki, harapannya gagasan yang dimulai ini bisa berkembang ke skala yang lebih besar termasuk menyelamatkan warga pesisir dari hunian yang tiap hari tenggelam.

Di Jakarta transportasi konvensional sudah tidak lagi diprioritaskan, untungnya warganya mengerti dan memilih transportasi umum yang sudah terintegrasi. Hal ini dibuktikan dengan jumlah penumpang di Trans-Jakarta semakin hari semakin meningkat, per harinya saja sudah lebih dari 1 juta penumpang.

Gagasan tersebut tentu saja tidak hanya berdampak pada mobilitas yang semakin praktis, tetapi secara sosiologis juga terkena dampak positifnya. Disamping sektor transportasi, Anies Baswedan juga berupaya memperbaiki tata kelola lingkungan hidup dan berusaha memenuhi kebutuhan dasar dari warga Jakarta.

Dan ternyata sudah terlihat hasilnya, Jakarta berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca sampai 26% dan target mereka ditahun 2030 bisa mencapai 30%. Ini adalah hasil kerja nyata yang dampaknya bisa mempengaruhi kehidupan warga di pesisir pantai. Karena jika emisi gas rumah kaca terus berkurang maka naiknya permukaan air laut bisa kita cegah.

Tidak sampai disini, penanganan krisis iklim masih harus terus berlanjut. Semua warga Indonesia dan penyelenggara negara harus bisa berkolaborasi dan berdiplomasi untuk mengatasi krisis iklim. Dengan begitu bumi akan kembali sehat dan kualitas hidup kita bisa meningkat seiring lingkungan hidup yang mendukung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *